Ikatan Keluarga Batang Natal, yang pada masa awal disingkat IKBN, pertama kali terbentuk sekitar tahun 1970-an di Kota Medan. Organisasi ini beranggotakan masyarakat perantau asal Kecamatan Batang Natal yang menetap di wilayah Medan, Deli Serdang, dan Binjai. Pada masa itu, keberadaan IKBN berfungsi serupa dengan wadah persaudaraan atau kelompok gotong royong yang fokus utamanya adalah menyatukan para perantau, baik saat menghadapi musibah maupun saat merayakan kebahagiaan seperti pernikahan.
Meskipun berfungsi sebagai wadah kebersamaan, IKBN memiliki keistimewaan yang membuatnya dibanggakan oleh seluruh anggotanya. Ikatan persaudaraan yang terjalin begitu erat sehingga setiap kegiatan—baik duka maupun suka—selalu dihadiri dan dikerjakan bersama-sama dengan semangat gotong royong. Berbeda dengan kelompok sejenis pada masa itu yang belum memiliki sarana dan prasarana, IKBN telah memiliki aset sendiri seperti tempat pertemuan, kursi, peralatan masak, dan perlengkapan lainnya. Hal ini memungkinkan seluruh anggota dapat memanfaatkannya tanpa perlu menyewa, menjadikan setiap kegiatan berjalan dengan guyub dan penuh kebersamaan. Namun, perjalanan ini sempat terhenti. Pada era tahun 2000-an, organisasi ini mulai meredup dan akhirnya vakum. Hal ini terjadi seiring menua dan berlalunya para tokoh pendiri serta penggerak, sementara keterlibatan generasi muda pada masa itu belum cukup kuat untuk meneruskan estafet kepemimpinan.
Kisah kebesaran IKBN tidak hilang begitu saja. Pada akhir tahun 2023, nama dan sejarah organisasi ini kembali digaungkan oleh para tokoh asal Batang Natal yang berada di Medan. Cerita ini menyebar dengan cepat, mulai dari percakapan di sesama perantau asal Batang Natal di Medan dan Deli Serdang hingga setiap pertemuan di rumah warga saat ada acara. Harapan untuk menghidupkan kembali wadah persaudaraan ini terdengar dari kalangan orang tua hingga sampai ke telinga generasi muda. Semangat itu akhirnya membuahkan hasil nyata pada tanggal 12 Januari 2025, ketika Rapat Perdana Pembentukan Kembali IKBN dilaksanakan. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penunjukan kepemimpinan, dan Dr. H. Arsyad Lubis, MM. ditetapkan sebagai Ketua Umum yang didampingi oleh para pengurus awal.
Seiring berjalannya waktu, pertemuan-pertemuan lanjutan dilakukan dengan semakin intens dan dihadiri oleh semakin banyak pihak, terutama kaum muda yang membawa semangat baru. Muncullah gagasan untuk membentuk organisasi yang tidak hanya berlandaskan tradisi, tetapi juga memiliki kerangka modern. Untuk itu, disusunlah struktur kepengurusan yang rapi, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta diupayakan legalitas badan hukum agar organisasi dapat berkembang secara berkelanjutan. Dari proses itulah, lahirlah organisasi resmi dengan nama lengkap Ikatan Keluarga Batang Natal Dohot Anak Boruna, disingkat IKBN-DAB.
IKBN-DAB bergerak dan berkonsentrasi di bidang sosial, keagamaan, pendidikan, dan budaya, dengan tujuan utama menumbuhkembangkan rasa kekerabatan dan kekayaan budaya daerah demi terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang guyub dan harmonis. Organisasi ini mengusung prinsip luhur: “Tangi di siluton, inte di siriaon”, yang bermakna peka dan hadir saat mendengar kabar duka, serta hadir saat diundang dalam kabar suka. Sebagai semangat penggerak, juga ditetapkan tagline: “Raaa…..Rooo….”, yang melambangkan kesatuan hati untuk sama-sama hadir dan sama-sama berbuat kebaikan. Dengan kehadiran IKBN DAB, diharapkan wadah ini dapat terus membawa dampak positif bagi seluruh anggotanya, menjadi kekuatan bagi kampung halaman, serta memberikan sumbangsih nyata bagi Agama, Bangsa, dan Negara.
